Ringkasan Kedatangan Bangsa Barat - Kolonialisme



ANTARA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME  


A.      Melacak Perburuan “Mutiara Dari Timur”               

1.        Memahami Motivasi, Nafsu, dan Kejayaan Barat    
Jatuhnya konstatinopel  dan pelarangan perdagangan  di laut Meditarenia
Efek Domino perang salib
Penemuan teknologi
Harga komoditas rempah yang mahal
           
        2.     Menganalisis Petualangan, Penjelajahan dan 
                 Penemuan Dunia Baru 
Semboyan Gold Glory Gospel
Spanyol
-          Christiper Colombus
-          Magellan
-          Perjanjian Saragosa
                 China
Laksamana Cheng Ho

Portugis
-          Vasco Da Gama
-          Alfonso de Alburqueque – Penguasaan Malaka 1511
-          Ternate Tidore
Inggris
-          Mendirikan EIC ( EnglisH Indisch Company)
Pelaut Pilgrim –kpal my Flower mendrikan koloni di Masachuchet


Belanda
Barrent
Cornelis De Houtman
Van hems Cerk – sampai ke ambon Maluku 

Dan Negara Negara Eropa Lainya

B.      Menganalisis Kemaharajaan VOC 
               Menganalisis Keserakahan Kongsi Dagang
Terbentukanya VOC ( Vereigen Ost Indisch Compagnie )
-          Latar belakang VOC
o   Meminimalisir persaingan dagang antar Pedangang belanda sendiri  
o   Dewan Heeren XVII
o   Memiliki Hak octroi
o   Melakukan politik adu domba ( De Vide Et Impera  dengan memanfaatkan peluang intrik politik kerajaan lokal di Nusantara) guna kepentingan monopoli  perdagangangan  
-          Gubernur pertama, Stasiun Dagang di Ambon 
-          Pemindahan di Jayakarta –Batavia
-          Faktor dibubarkanya VOC
-          31 Desember 1799
C.      Mengevaluasi Penjajahan Pemerintah Hindia Belanda 
        1.     Masa Pemerintahan Republik Bataaf
-   terjadi Revolusi Perancsi
-   Invasi Perancis Terhadap Belanda dan penguasa Lois napoleon
-  merubaah kerajaan menjadi Republik Bataaf
- Pergantian Penguasa Pro perancis dan menunjukk Gubernur Daendels
-mempertahankan dari serangan Inggris ( kebijakan Militer )
-  kebijakan tanaman wajib
2.        Perkembangan Kolonialisme Inggris di Indonesia  (1811-1816) 
2.-  Pembagian administarsi 16 Kerisidenan
- -Liberalisasi  dalam bidang ekonomi 
-  kebijakan  pajak / Sewa tanah ( land Rent) – pondasi bagi sistem mata uang ( sistem ekonomi uang)
3.        Dominasi Pemerintahan Kolonial Belanda
-          Belanda bersama sekutunya berhasil menang atas perancis ( dan memulihkan kekuasaan di Negara Induk )
-          Inggris berhasil menguasai Hindia Timur
                        Kebijakan terhadap tanah jajahan ( Hindia belanda)
-  Pembentukan komisaris jenderal
- Van Der Capellen
- Du Bus Gisignes
Belanda mengalami ekonomi yang masih merosot


Tanam Paksa
Latar belakang
-          Tahun 1820 -1830
-          Terjadi defisit anggaran , karena pembiayaan Peranga  di Nusantara seperti Perang Diponegoro
-          Guna Menutup kas yang tersedot  baik di negara Induk dan jajahan digunakan cara lama seperti VOC
Pencetus Johannes Van Den Bosh  
o   Pelaksanaan tanam paksa sesuai ketentuan staatblad 1843 no 22 dengan tanamawan wajib yang laku di pasaran dunia
o   Praktik dan eksploitasi kejam dalam sejarah kolonial
o   Dampak positif dan Negatif Tanam Paksa
o   Tokoh Tanam Paksa : Edward Douwwes Dekker dll
o   Timbul Golongan konservatif dan Liberal sejak awal abad XIX ( 19)

Politik Liberal (sistem usaha swasta )
       
Latar belakang
-          Timbulnya revolusi Perancis dan Paham Liberalisme
-          Timbulnya  revolusi Industri
-          Ekonomi belanda yang makin makmur dengan hasil tanam paksa  dan tumbuh golongan pengusaha yang menyokong kaum liberal
-          Kemenangan golongan Liberal dalam Parlemen ( Pihak swasata diberikan peluang  mengurus pereekonomian di tanah jajahan berupa penanaman modal)
-          Kampanye Kemanusiaan atas praktik Tanam Paksa yang eksplotatif terhadap rakyat
-          Traktat Sumatera dengan imbalan Inggris dapat menanamkan Modal di Hindia Belanda

Pelaksanaan sisten Usaha swasata
menerapkan prinsip ekonomi Liberal ( usaha swasta )dengan beberapa Peraturan antara lain  :
1.     Tahun  1864  dikeluarkan  Undang-undang  Perbendaharaan  Negara  (Comptabiliet Wet). Berdasarkan Undang-undang ini setiap anggaran   belanja Hindia Belanda harus diketahui dan disahkan oleh Parlemen.
2.   Undang-undang  Gula  (Suiker  Wet).  Undang-undang  ini  antara  lain mengatur  tentang  monopoli  tanaman  tebu  oleh  pemerintah  yang   kemudian secara bertahap akan diserahkan kepada pihak swasta.
3.     Undang-undang Agraria (Agrarische Wet) pada tahun 1870. Undang Undang  ini  mengatur  tentang  prinsip-prinsip  politik dan persewaan   tanah  di  negeri  jajahan. Di

Dampak positif dan negatif penerapan  ekonomi sistem usaha swasata

Kajian sejarah lokal
Berdirinya pabrik dan perkebunan di daerah Blitar: Pabrik Gula Garum, Perkebunan Brangah, perkebunan Kina Sirah kencong, Perkebunan Kopi Karanganyar, dll 

Comments

Popular Posts